Senin, 20 Januari 2014

Prolog Rindu


Sore di dermaga bersama bingkai cerita lama
Ku pandang laut lepas yang tak terlihat ujung
Kaupun melempar pandanganmu 
Sesekali ku tangkap kau mencuri lirikan padaku

Cerita kita membelah waktu dulu,kemaren lusa dan esok
Singkat memang sesingkat kapal bersandar 
dan aku harus pergi dengan jejalan sesak penumpang
Meninggalkan riak yang bergelombang
Kulirik kau dari kaca yang nampak punggung, samar dan menghilang
Tanpa berkata selamat tinggal memang,hanya lambaian tangan

Minggu, 19 Januari 2014

Paradok Kusut

Kita punya ego dan intuisi
inginkan ini itu, berharap rangkul semua mau
tapi malah melenceng dan tak pernah menapak jalan yang menyatukan
jalan memang bercabang dan berkelok 
kenapa kita pilih jalan yang tak buntu 
dan mengapa tak ciptakan jalan untuk kita 

Jumat, 17 Januari 2014

Hot colourfull plate ^O^

Need:
* fish or chicken (goreng kering)
* cabe merah & hijau iris serong
* cabe rawit iris serong
* paprika potong dadu
* tomat merah & hijau potong dadu
* bawang merah 6 siung (iris)
* bawang bombay (iris)
* bawang putih 3 siung (haluskan)
* jahe & kunyit (haluskan)
* kemiri 8 bh (haluskan)
* garam & merica

Steps:
1. tumis bawang merah sampai harum(agak kecoklatan), tambahkan bombay.
2. masukkan kemiri+jahe+kunyit+Bawang putih tumis sampai harum
3. tambahkan cabe yang di iris+paprika+tomat (sampai layu)
4. tambahkan garam & merica sesuai selera
5. campurkan ikan/ayam yang telah di goreng kering
6. Tarraaa.. plate it ^O^

Kamis, 16 Januari 2014

Kelu Pasti Bersuara

tak habis pikirku kau gigih akan harapanmu
tak menyerah pada tekad
tak gentar akan jarak dan dinding penghalang
berpacu akan waktu yang mungkin menghapus jejak 

tak goyah kau akan satu kata penolakan
malah kau semakin berkobar tertantang
maju melangkah bersama bisik hatimu
menerjang setiap ruang yang membisu 

Selasa, 14 Januari 2014

Takkan Kubagi

Takkan kubagi sari dengan kupu-kupu lain
Takkan kubiarkan duriku melukai kuncup
Takkan kususun kembang dalam jambang sama
Takkan kubiarkan air lama di daun talas
        

Biarkan Aku Tanpa Bias

Sepucuk kertas di awal senja
Ya aku mengirimnya jauh sebelum kau siap membacanya
Bahkan tanpa sempat kau perbaiki sandaran kursimu
Supaya kau nyaman menelan dan mencerna setiap makananya


Minggu, 12 Januari 2014

Bungkam

Mungkin sudah sering kau tanya akan diamku
Kau telusuri heningku
Tak sekali dua kali memang
Tapi diam ini mungkin akan lama

Simpan Aku

Sabar
Ya aku akan bersabar beserta cintaku
Karena aku tau sebenarnya akulah yang paling kau cinta
Akulah yang selalu kau damba

Sabar
Bersabarlah cintaku
Karena kau tahu sesungguhnya aku
Kau tau pasti
Akulah yang kau simpan jauh di lubuk hatimu

Sajadah Malam

Dinding malam  mengasingkanku akan dunia ini
Pekatnya menyelimuti malamku yang panjang
Dingin mendekap penyuluh bekunya hati
Binatang malam pelantun tembang sunyi

Bersimpuh aku di sepertiga malam
Meruah pengaduan di sudut ruang malam
Luruh doa dan asa di atas sajadah
Menanti akan jawaban atas segala harapan

Jumat, 10 Januari 2014

Cukup sudahi

hai kau yang di sana..
buang topeng penutup wajahmu
bungkam kata manismu
hapus senyum kepuraanmu itu

ya kau yang termangu di sana
lempar harapanmu itu
pengap semua asamu
lepas dekapan mimpi itu

Rabu, 08 Januari 2014

Telaga Rindu





Siangmu bermandikan matahari
Tetes keringat tanda semangat tak pendar
Lengan berayun nan kekar legam
Langkah tegap keyakinan
Meretas langkah dan asa

Hujanmu membaluti sendi
Kuyupmu tak hentikan langkahmu
Tak lunturkan niat
Tetap senyum lalui harimu

Otot-otot itu menonjolkan urat
Urat yang tiada mengeluhkan penat
Gurat wajah letih kau kulum dalam senyummu
Geraham keras yang semakin jelas bersama tawamu