Senin, 15 September 2014

Prolog Rasa

mungkin kau bukan yang pertama yang ku jumpai pada liku ini
tapi entah magnet apa yang buatku tak lepas
apakah memang amora sedang mengikat kita?
atau karena mata indah dengan kilauan mistisnya?

juga kau bukan yang pertama menyuarakan romansa
cerita indah pada nirwana dan dunia
tapi entah mengapa plot cerita kau berbeda terasa
sehingga ku tak kuasa menyunting setiap larik kata
dan membiarkan kau merasuki lembaran ceritaku

kini mulai kubangun terpal batas pada bising suara sekitar
agar redam setiap gemuruh yang menggoyahkan
dan kau kurantai mati pada dasar hati
agar kau tak terlepas saat sentakan bertubi menerjang

kapankah suara-suara rasa ini terdengar nyaring?
begitu gaduh dan bising saat bayangmu jauh setelah kita saling menyentuh
mengapa desiran ini begitu kuat?
menghentak seakan sekitarku membeku

ah semua ini mulai meracuni semestaku
memudarkan mata pandanganku pada semua intrik
menghentikan impuls neuron sensorik otakku
ya kau melemahkanku pada pertahananku
sehinga hanyalah gerak sosokmu yang terbaca disetiap detak nadi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar